Sabtu, 22 Oktober 2011

Prospek Pesantren di Masa Depan

Era globalisasi dewasa ini dan di masa datang sedang dan akan mempengaruhi perkembangan sosial budaya masyarakat muslim Indonesia umumnya atau pendidikan Islam, termasuk pesantren, khususnya argumen panjang lebar tidak perlu dikemukakan lagi bahwa masyarakat muslim tidak bisa menghindarkan diri dari proses globalisasi tersebut, apalagi kalau ingin survive dan berjaya ditengah perkembangan dunia yang kian kompetitif dimasa kini, diabad XXI. Globalisasi sebenarnya bukanlah fenomena baru sama sekali bagi masyarakat-masyarakat muslim Indonesia. Bahkah berbarengan dengan datangnya berbagai gelombang global secara konstan dari waktu ke waktu.
Sumber globalisasi tersebut adalah Timur Tengah khususnya mula-mula Makkah dan Madinah, dari sejak abad 20, juga Kairo. Karena itu seperti bisa diduga, globsasi ini lebih bersifat religio-intelektual, meski dalam kurun-kurun tertentu juga diwarnai oleh semangat religio-politik. Tetapi globalisasi yang berlangsnng dan melanda masyarakat muslim Indonesia sekarag menampilkan sumber dan watak yang berbeda. Proses globalisasi dewasa ini tidak lagi bersumber dari Timur Tengah, melainkan dari Barat, yang terus memegang supremasi dan hegemoni dalam berbagai lapangan kehidupan masyarakat dunia umumnya. Globalisasi yang bersumber dari Barat tampil dengan watak ekonomipolitik dan sains teknologi.
Dominasi dan hegemoni politik Barat dalam segi-segi tertentu mungkin saja telah "merosot", khususnya setelah berakhir perang dunia kedua dan "Perang Dingin". Tetapi hegemoni ekonomi dan sains-teknologi Barat tetap belum tergoyahkan. Meski muncul beberapa kekuatan ekonomi baru, seperti Jepang dan Korea Selatan, tetapi kultur hegemoni ekonomi dan sainsteknologi, tetap sarat dengan nilai-nilai Barat. Dengan demikian, hegemoni tadi menemukan momentum baru, yang pada gilirannya mempercepat proses globalisasi.
Hegemoni ekonomi dan sains-teknologi jelas bukan persoalan sederhana. Hegemoni dalam bidang-bidang ini bukan hanya menghasilkan globalisási ekonomi dan sains-teknologi, tetapi juga bidang-bidang intelektual, sosial, nilai-nilai dan gaya hidup dan seterusnya. Globalisasi Coca Cola atau Mc Donald, bukan sekedar ekspansi ekonomi, tetapi juga gaya hidup dengan segala implikasinya. Globalisasi "Mc Donald" misalnya menimbulkan perubahan dalam pola dan jenis makanan yang dikonsumsi masyarakat.
Perubahan ini pada gilirannya menimbulkan implikasi-implikasi tertentu bagi kesehatan masyarakat, penyakit-penyakit, semacam tingginya kolesterol, , obesitas (kegemukan) sekarang dikhawatirkan ahli-ahli kesehatan Indonesia semakin menyebar dalam sebagian marakat Indonesia terutama di wilayah-wilayah dimana ekspansi dan penetrasi "Mc Donaldnisasi" dann Coca-colanisasi" ini terlihat paling kuat. Hal yang sama juga bisa dilihat pada hegemoni model-model Pendidikan Barat terhadap sistem Pendidikan Nasional di Indonesia.
Itulah sebabnya ke depan, Pondok Pesantren harus melakukan pembenahan diri dengan maksimal dan terencana. Model pendidikan Islam yang di emban oleh Pondok Pesantren harus terus mengalami pembaharuan-pembaharuan dimana karakteristik Pondok Pesantren harus tetap melekat kuat dan menjadi jiwa dan pergerakan Pondok Pesantren dan berbareng dengan itu pengadopsian model-model pendidikan modern harus dilakukan dengan tanpa mengurangi sedikitpun pengaktualisasian nilai-nilai ke-Islam-an yang hidup dalan pesantren. Lebih dari itu transformasi penguasaan teknologi modern serta profesionalisasi para santri harus juga dikedepankan sebagai salah satu misi Pondok Pesantren Modern. Hal yang amat penting adalah Pondok Pesantren juga harus menerapkan prinsip-prinsip bahwa Pondok Pesantren adalah sebuah komunitas sosial masyarakat Islam modern juga harus terus diikuti dengan berkembangnya kegiatan ekonomi modern dalam pesantren yang mendukung kuatnya posisi ekonomi pesantren di mata masyarakat modern. Sudah saatnya bahwa Pondok Pesantren juga harus menjadi sebuah sistim Pendidikan yang menyeluruh, menyatu dan terintergrasi dimana di dalam kawasan Pondok Pesantren berdiri Taman Bermain Anak-anak (Play Group), Taman kanak-kanak, Pondok Pesantren Modern SD, SMP,SMU dan Perguruan Tinggi.
Kedepan dengan kelenturannya untuk memodermsasikan model pendidikan Islam di dalan pesantren, maka Pesantren akan terus ikut berkembang menjadi "Centre of Moslem Revitalisations" (Pusat Revitalisasi Islam). Disini lulusan-lulusan Pesantren akn mengabdikan diri sebagai pembaharu dan modernis IsIam dan membentuk serta mewarnai dunia modern khususnya bangsa Indonesia dengan nafas Islam yang dibawabanya dari Pesantren. Dan dengan itu akan lahir peradaban Islam Modern yang mampu berkembang dan membentuk tata dunia baru Islam sebagai Rahmatan lil alamin (Islam sebagai Rahmat bagi dunia) dan bukan sebagaimana menjadi sebuah kekuatan yang seringkali diisukan sebagai ancaman bagi dunia modern.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar